|

Seni Lukis yang Menipu Mata


Istilah "art imitating life" (seni mengimitasi kehidupan) mungkin sering kita dengar, tapi seorang seniman benar-benar mengadopsi istilah tersebut secara menyeluruh lewat karya seninya.
Hasilnya, sebuah hasil karya seni yang dihasilkan mengungkapkan seni ilusi yang sangat mengagumkan.

Dalam karya yang dinamakan sebagai seri 'Reality Meets Fantasy' (Realitas bertemu dengan fantasi), Ben Heine menampilkan karya-karya yang tidak dapat dilukiskan dengan kata.

Dengan keahliannya membuat sketsa, seniman asal Belgia ini mencampurkan pensil, fotografi, imajinasi dan realitas, sehingga menghasilkan sebuah karya seni yang mencengangkan.

Heine sendiri mendeskripsikan dirinya sebagai seniman visual yang multidisiplin (multidisciplinary visual artist). Inspirasinya pun datang dari beragam media, termasuk manusia dan alam.

Dirinya pun dikenal sebagai seniman three art concept (konsep tiga seni), salah satunya karena konsep 'Pencil Vs Camera' ini.

Heine Mendeskripsikan karya seninya yang, penuh dengan keajaiban, ilusi, puisi dan surrealisme. Bagi Ben 'Pencil vs Camera' merupakan penemuan visual baru yang menggabungkan gambar, fotografi, imajinasi dan realitas.

"Aku berseni untuk orang-orang. Aku ingin mereka bermimpi dan melupakan permasalahannya sehari-hari," ujar Ben sebagaimana dilansir Daily Mail, Rabu (28/9/2011).

"Aku ingin menyampaikan sebuah puisi dan arti yang filosofis ke dalam gambar saya, setiap kreasi baru memberikan sebuah cerita dan menghasilkan emosi yang intens, seperti sebuah puisi, atau sebuah melodi," lanjutnya.

Bagian dari metodenya melibatkan dirinya memastikan tangannya terlihat dalam setiap gambar. Ini dilakukan untuk mewakili hubungan antara penampil, artis dan karya seni.

Ia juga selalu memastikan sketsa dalam hitam dan putih, sedangkan foto berwarna cerah untuk memaksimalkan kekontrasan. Seluruh karya dalam seri tersebut akan segera dipamerkan di pagelaran seni di London bulan depan.




Artikel Menarik Lainnya:


Posted by Unknown on 13.01. Filed under . You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0. Feel free to leave a response