Fakta Unik dan Mewah Distrik Gangnam di Korea

Lagu "Gangnam Style" yang dinyanyikan oleh "PSY" meledak di seluruh dunia. Makin banyak orang yang bertanya-tanya sebenarnya Gangnam itu apa sih? Kami bantu mengenalkan kawasan terkenal ini pada Anda.


Distrik Gangnam, Simbol Kehidupan Mewah

Gangnam adalah nama distrik atau kawasan di Korea Selatan. Dari segi nama, Gangnam berarti bagian selatan sungai. Letak Gangnam sendiri ada di dekat sungai Han. 

Distrik ini dikenal sebagai simbol kekayaan dan pendapatan yang melimpah di Korea, sehingga Gangnam menjadi salah satu distrik yang terkenal dengan kehidupan mewah, glamour dan selera fashion yang sangat tinggi.


Bisa dikatakan, Gangnam adalah pusat orang-orang berduit, kawasan real estate super mewah dan tempat dimana berbagai perusahaan kelas dunia berdiri (Samsung, Hyunday, dsb).

Jika Anda penggemar K-Pop, maka di sinilah berdiri kantor management artis yang sangat besar, yaitu S.M. Entertainment (Super Junior, SNSD, dsb) dan JYP Entertainment (Wonder Girls, 2PM, Miss A, dsb).

Dengan segala kehidupan mewah yang ada di dalamnya, Distrik Gangnam sering dijuluki Beverly Hills-nya Korea.


Kemewahan Dunia dan Pusat Operasi Plastik

Sama seperti kawasan mewah lain di seluruh dunia, Gangnam adalah distrik yang tidak pernah tidur. Bagi para pecinta mode kelas dunia, Gangnam menawarkan surga belanja yang siap menguras kantong.

Anda dengan mudah menjumpai etalase barang bermerek seperti Gucci, Dolce Gabana, Prada, Giorgio Armani, Banana Republic dan berbagai fashion line kelas dunia lainnya. Mall terbesar di Seoul juga terletak di Gangnam, namanya COEX Mall.



Sudah menjadi rahasia umum bahwa warga Korea Selatan terbiasa dengan operasi plastik agar semakin menawan.

Di kawasan inilah Anda bisa menikmati fasilitas operasi plastik di tangan dokter-dokter terbaik. Gangnam menjadi tempat bagi wanita dan pria yang ingin melakukan berbagai perubahan fisik melalui operasi plastik.


Kritik Sosial Dalam Gangnam Style

Jika Anda membaca arti lirik Gangnam Style, sebenarnya lagu ini adalah kritik sosial atas kemewahan yang ditawarkan Distrik Gangnam.

Seseorang rela tidak makan demi bisa minum kopi di salah satu restoran Gangnam, karena menjadi bagian dari Gangnam adalah sesuatu yang dianggap sangat keren.



Walaupun begitu, Gangnam tidak melupakan tradisi Korea Selatan. Di sana ada berbagai kawasan budaya dan seni, misalnya saja Museum Kimchi, Horim Art Center, Coreana Art & Culture Complex, Kuil Bongeunsa, berbagai toko yang menjual barang khas Korea Selatan, rumah makan yang menyajikan masakan Korea, dan sebagainya.

Jika suatu hari nanti Anda mengunjungi Distrik Gangnam, pastikan Anda membawa banyak uang. Pastikan juga penampilan Anda pantas dan mewah, karena cara Anda berpakaian menjadi hal yang sangat sensitif di kawasan Gangnam.

( Sumber: Terselubung )

15.05 | Posted in , , , , , , , | Read More »

Pecinta K-Pop, Anti Musik Indonesia?

Semakin berkembangnya dunia musik di dunia, membuat banyak orang memiliki beragam pilihan untuk memilih genre musik apa yang mereka sukai. Sekarang, orang tidak terpaku pada genre musik pop, rock, atau jazz saja. Sudah banyak aliran musik yang berkembang. Bahkan perkembangan musik yang pesat dengan dukungan teknologi semakin memungkinkan setiap orang di manapun berada untuk mengenal perkembangan musik di negara lain. Termasuk, penggemar musik Indonesia yang bisa dengan cepat mengetahui perkembangan musik di luar negeri.

Korea Selatan, datang dengan mengusung musik yang mereka sebut dengan K-Pop. K-Pop sendiri disinyalir mulai melakukan migrasi mereka ke Jepang pada sekitar tahun 1992, di mana grup bernama Seo Taiji and Boys, berhasil mengenalkan berbagai jenis dan gaya dari luar negeri. Sejak saat itu, musik dan tari menjadi bagian penting dalam K-Pop. Irama K-Pop semakin berkembang, ada yang bergerak pada jenis R&B, hip hop, dan electronica. Bahkan juga ada irama trot, yang merupakan irama asli Korea dengan campuran musik triple atau quintuple dengan tempo cepat yang lebih populer pada generasi yang lebih tua.

China, tidak luput dari 'invasi' negeri ginseng ini, ada boyband H.O.T yang bahkan sebelum kehadiran drama Korea/ K-Drama di awal tahun 2000-an sudah terkenal. Clone juga sempat membuat heboh di Taiwan dengan enjual 450.000 kopi album mereka. Bagaimana dengan Jepang? salah satu Hallyu Stars (bintang hiburan asal Korea Selatan) yang mendapatkan sukses besar di sana adalah BoA. Penyanyi wanita di bawah naungan raksasa hiburan Korea, SM Entertainment yang berhasil membuat albumnya terjual jutaan kopi di Jepang dan memenangkan posisi pertama di Oricon chart.

Indonesia pun tidak luput dari 'serangan' Korean Wave tersebut, setelah K-Drama banyak ditayangkan di negeri ini, di mana salah satunya yang terkenal adalah Full House yang dibintangi oleh mega bintang Korea, Rain. K-Pop mulai menyebarkan demam mereka di penggemar musik tanah air. Dalam waktu singkat, nama-nama boyband/girlband Korea tidak asing lagi. Seperti Super Junior, TVXQ, SHINee, SNSD, Wonder Girls, Big Bang, 2PM, sudah memiliki penggemar fanatik mereka di Indonesia. Yang jumlahnya setiap tahun semakin berkembang dan semakin tidak malu-malu lagi menunjukkan sisi fanatik mereka.

Para penggemar K-Pop di Indonesia mulai tampak, dan lebih banyak dikuasai oleh anak muda, ini tidak terlepas dari cara perkembangan K-Pop yang begitu bisa memanfaatkan teknologi seperti internet. Selain itu, daya tarik terbesar dari K-Pop adalah lagu-lagu mereka yang bagus, penari yang tampan/cantik dan efek panggung yang luar biasa. Tempo musik mereka yang dengan cepat bisa membaur dengan musik Asia. Sehingga Indonesia tidak cukup sulit menerima irama K-Pop.

Kemajuan K-Pop ini tidak terlepas dari pro kontra. Ada beberapa yang menuding pecinta musik K-Pop ini adalah anti musik Indonesia, ini dikarenakan mereka yang begitu fanatik mendukung idola mereka. Tingkat fanatik yang sangat solid, sehingga ketika ada satu saja pihak yang menuduh/mencoba meniru gaya/MV idola mereka, dalam waktu singkat langsung dihujani gujatan yang terkadang sangat merugikan pihak yang menjadi korban.

Kita masih mengingat kasus boyband SMASH yang dituduh telah meniru gaya Super Junior, atau boyband NSGstaryang sempat bersitegang dengan ELF (fans Super Junior) karena tuduhan plagiat atas lagu Superman milik Super Junior. Atau yang terbaru adalah kasus band pendatang baru Joker, yang meniru MV milik band FT. Island yang berjudul Love Love Love.

Fenomena penggemar K-Pop yang sangat fanatik itu terkadang memicu tuduhan bahwa mereka adalah anti musik Indonesia. Ini karena, ada beberapa diantara mereka yang lebih 'mendewakan' musik Korea daripada mendukung musik Indonesia. Apa yang menyebabkan mereka sangat menggilai musik dari negeri Korea tersebut? bahkan rela menghabiskan uang untuk membeli CD atau pernak-pernik idola. Contohnya seperti ketika boyband Super Juniorkonser Juni lalu, tiket sebesar Rp1 juta-an tidak masalah bagi mereka.

Jika dilihat secara usia, background pecinta K-Pop yang sebagian besar adalah anak muda berusia di bawah 25 tahun yang masih memiliki semangat luar biasa dalam mendukung dan cenderung menganggap diri mereka benar. Di sisi lain, mungkin ini adalah salah satu ungkapan rasa ketidak puasan mereka pada musik Indonesia, yang mungkin dianggap membosankan, sehingga ini mungkin bisa menjadi koreksi bagi pelaku musik Indonesia. Di mana mereka bisa mencari tahu apa yang bisa membuat K-Pop dengan mudah dan cepat mendapatkan perhatian di Indonesia.

Mencintai musik dari negeri lain bukanlah hal yang dilarang, namun kita harus membela kemajuan musik Indonesia. Perlu dukungan dan pembenahan bagi semua lini. Pecinta K-Pop, tidak perlu menuduh dengan membabi buta jika ada salah satu musisi Indonesia yang mengikuti gaya K-Pop, hanya perlu mengingatkan secara halus dan tetap mendukung. Musisi Indonesia juga begitu, tunjukkan kalau musik negeri ini masih lebih berkualitas dengan menampilkan karya yang bermutu dan patut dibanggakan. Majulah musik Indonesia!
( Sumber : KapanLagi )

22.11 | Posted in , , | Read More »

Justin Bieber Dilarang Ngerap

Niat Justin Bieber yang ingin ngerap di Black Entertainment Television(BET) Awards ditolak mentah-mentah oleh sang produser, DJ Premier. Hal ini karena Bieber tak menulis lirik lagunya sendiri.

BET adalah ajang penghargaan bagi bintang hip-hop yang bisa menulis lirik lagunya sendiri. Salah atu segmen yang membuat BET dikenal adalah cypers.

"Justin Bieber juga bertanya apa dia bisa bergabung di cypher. Semua orang sempat khawatir Beiber akan mengacaukan integritas BET, tapi kurasa, selama dia punya rima yang bagus, aku akan membiarkannya bergabung."

Sayangnya, tak lama sang produser berubah pikiran karena mendengar kabar tak enak tentang penampilan Bieber. "Tapi, kami dengar dia menyuruh Ludacris menuliskan liriknya. Akhirnya kubilang, 'Oh, no, no, no, no, no. Kalau kau tidak menulis lirikmu sendiri, kau tak bisa ikut. Jadi Justin, kali ini kau duduk saja. Tulis lirikmu sendiri, sayang," kata Premier.
( Sumber : MetrotvNews )

20.56 | Posted in , | Read More »

Justin Bieber Diminta Tutup Akun Twitternya

Justin Bieber dihujat habis-habisan oleh beberapa orang yang tidak suka aktivitas sang bintang di Twitter. Hal ini memicu topik #askbeiber dan menjadi pembahasan populer.

Seseorang yang memiliki akun stripesdadepre menulis tweet "WHY DON'T YOU DIE QUICKLY? WOULD BE WONDERFUL (tapi kalo kamu mau mati sengsara, kayaknya lebih baik deh)" yang ditujukan pada Bieber.

Ada lagi ChrlsHnryLXXXII: yang mengetik "can you please act your ethnicity? Check yourself. Stop acting like your the shit or else someone's gonna flush you!!"

Pengguna tweet ini risih mendapat spam email mengenai Bieber. Mereka menuntut pelantun tembang Never Say Never ini melakukan tindakan, termasuk menutup akun twitternya.
( Sumber : MetrotvNews )

18.53 | Posted in , , | Read More »

Demam Korea Sudah Menginfeksi Indonesia

Virus budaya kontemporer Hallyu yang mengakibatkan "demam Korea" sudah menginfeksi Indonesia dalam satu dasawarsa terakhir.

Ratusan judul drama, musik pop, serial, film, video game, hingga B-Boy berbau Korea diputar dan dipertontonkan di layar televisi Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.

Hal itu mendorong lahirnya sebuah fenomena fanatisme di mana para pesohor dari negeri ginseng tersebut menjadi kiblat dalam berperilaku bagi remaja dan generasi muda di Tanah Air.

Tidak sedikit dari mereka yang rela melancong ke negeri yang berada di Semenanjung Asia Timur itu hanya untuk menonton konser artis idola dan berbelanja pernak-pernik berlabel "made in Korea".

Menyebarnya budaya kontemporer Korea dalam tren "Korean Wave" bagi negeri asal Kimchi itu memang mendatangkan berkah tersendiri khususnya bagi total pendapatan negara yang sedang beranjak menyaingi Jepang sebagai salah satu macan Asia yang disegani.

Daya tarik yang dibangun dari basis kreativitas para pesohornya menjadikan negara itu memiliki potensi pendapatan baru khususnya dari sektor pariwisata hingga bisnis ikutannya.

Ketua Indonesia Dynamic Korea (IDK), Lucy Gultom, mengatakan, Korea sekaligus budaya di dalamnya memiliki daya tarik yang luar biasa yang mengakibatkan jumlah pecinta dan pemerhatinya bertambah dari waktu ke waktu.

"Mengapa banyak orang tertarik pada Korea?. Karena Korea itu unik dalam berbagai sisinya termasuk kebudayaan, kuliner, hingga pariwisatanya," kata salah satu pendiri IDK yang mendefinisikan diri sebagai Komunitas Pemerhati Kebudayaan Korea di Indonesia yang didirikan sejak 2006 itu.

Sampai detik ini Korea Selatan dengan empat musim yang menyelimutinya menjadi ambisi dan kiblat bagi jutaan pecintanya di Indonesia.
Namun sayangnya, Indonesia sendiri belum terlampau populer di negara yang beribu kota di Seoul itu.

Masih Asing
Warga Korsel yang tinggal di kawasan Myong-dong Seoul, Junghoon Jun, mengatakan, nama Indonesia masih asing bagi lebih banyak masyarakat di Korea Selatan.

Mereka lebih mengenal Singapura atau Thailand ketimbang negara-negara di selatannya.
Itu sekaligus menunjukkan masih sedikit masyarakat Korsel yang mengenal Indonesia sebagai daerah kunjungan wisata.

"Memang banyak yang sudah berbulan madu ke Bali, tapi lebih banyak yang belum tahu tentang Indonesia," kata pria yang berprofesi sebagai National Director untuk model dan artis di negara itu.

Junghoon yang memilih dipanggil Ricky itu mengaku pernah mengunjungi Indonesia akhir tahun lalu yakni ke Jakarta dan Bandung untuk sebuah acara bisnis.

"Itu kunjungan yang berkesan bagi saya, kami di Korea sebelumnya hanya mengenal Bali ternyata ada kota lain yang juga cantik yaitu Bandung. Saya tidak suka Jakarta karena keadaannya nyaris sama dengan Seoul yang kerap macet," katanya.

Pengakuan Junghoon menjadi pekerjaan rumah tersendiri untuk tidak hanya menjadikan Indonesia sebagai pasar budaya pop Korea tetapi juga sekaligus menjadi penggempur pasar wisata negara dengan mata uang Won tersebut.

Kesenjangan dalam barter pasar yang mendatangkan pendapatan negara masih belum seimbang diukur dari indikator popularitas nama negara di mana nama Korea lebih dikenal di Tanah Air ketimbang sebaliknya.

Potensial
Di luar semua itu, Korsel dinilai potensial untuk menyumbang lebih banyak wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

Direktur Sarana Promosi Pariwisata Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Esthy Reko Astuti, mengatakan, Korsel merupakan salah satu target market yang potensial.

"Korsel salah satu target market yang potensial yang memberikan "share" terhadap perolehan target kunjungan wisman yang signifikan," kata Esthy.

Dari tahun ke tahun jumlah wisman asal negeri di Semenanjung Asia Timur itu yang melancong ke Indonesia terus bertambah.

Pada 2010 ,jumlah wisman Korsel mencapai 275.999 orang dengan total pendapatan 251,05 juta dolar AS. Sementara pada 2011, angka itu ditargetkan melonjak hingga 360.000 orang.

Tercatat dalam periode Januari-Agustus 2011 jumlah wisman Korea yang datang ke Indonesia telah mencapai 270.808 orang. Angka itu sekaligus menjadikan Korsel sebagai negara keempat tahun ini yang memberikan kontribusi jumlah wisman ke Indonesia terbanyak setelah Singapura, Malaysia, dan Jepang.

Ia mengatakan, negara asal "Winter Sonata" itu memiliki karakter pasar dengan minat terutama pada produk-produk atau paket wisata honeymoon, golf, dan leisure yang sangat pas dengan segmen pasar Indonesia.

Menurut dia, Indonesia memiliki daya tarik yang lebih dalam hal destinasi wisata untuk bulan madu, golf, ataupun leisure dibandingkan negara kompetitor di kawasan Asia Tenggara yang lain. "Produk-produk tersebut di Indonesia sangat "wonderful", kompetitif, dan ’affordable’," katanya.

Korsel juga dinilai tidak termasuk negara yang terdampak resesi global secara signifikan seperti halnya Jepang.

Mempertimbangkan berbagai potensi tersebut, pihaknya bertekad akan lebih intensif dan serius menggarap pasar Korsel yang selama ini menjadi 10 besar negara penyumbang wisman utama ke Indonesia.

"Kami akan lebih intensif dan serius menggarap pasar tersebut, salah satunya dengan menunjuk kembali VITO Korsel (Visit Indonesia Tourism Officer)," katanya.

Pihaknya juga telah dan sedang menggelar berbagai kegiatan promosi pariwisata di negara itu. Beberapa acara tersebut di antaranya sales mission di Seoul-Busan-Jeju pada Mei-Juni 2011, berpartisipasi dalam bursa pariwisata Kofta di Seoul pada Juni 2011, Festival Indonesia sebagai promosi on Niche Market di Asea meliputi Korea-China-Jepang pada Agustus 2011, hingga bursa pariwisata Busan International Travel Fair (BITF) di Busan pada September 2011.

Esthy menambahkan, acara tersebut belum termasuk sejumlah kegiatan yang menggandeng sektor industri.

Namun Asosiasi Biro Perjalanan Wisata Indonesia (Asita) justru menyatakan sebaliknya di mana sampai saat ini mereka masih merasakan banyak kendala dan kesulitan dalam menggarap pasar wisata Korea Selatan.

"Korsel boleh jadi memang potensial tapi kami belum mampu optimal menggarap pasar itu karena mereka cenderung memiliki budaya kerja yang sangat tinggi," kata Ketua Bidang Humas Asita Chapter DKI Jakarta, Jongky Adiyasa.

Jongky mengatakan dibandingkan dengan Jepang, masyarakat Korsel cenderung belum terlampau tertarik untuk melakukan perjalanan termasuk melancong ke Indonesia.

Menurut dia, belum banyak masyarakat Korsel yang tertarik atau bahkan tahu tentang Indonesia karena sebagian besar dari mereka cenderung memilih liburan ke Amerika Serikat dan Eropa.

"Ini menunjukkan potensi Korsel belum bisa mengalahkan potensi Jepang yang warganya sudah memiliki budaya bahwa liburan adalah hal penting kedua setelah makan," katanya.

Sedangkan Korsel sampai saat ini belum memiliki kecenderungan untuk itu meskipun sudah mulai ada turis Korsel berwisata ke Indonesia khususnya ke Bali.

Jongky meminta pemerintah untuk mendukung sektor swasta melakukan promosi yang lebih gencar di pasar Korsel.

"Business to business harus diperkuat dan promosi harus digencarkan kalau tidak ingin kalah dengan negara-negara kompetitor kita yang lain," katanya.

Itu semua agar terjadi tukar-menukar yang lebih seimbang antara drama sealiran Winter Sonata dengan kecantikan destinasi nusantara.
( Sumber : Kompas )

18.34 | Posted in | Read More »

Konser Smash Dihentikan

Sebanyak 40 remaja putri jatuh pingsan ketika menonton konser grup Smash di pelataran sebuah mal di Surabaya, Jumat (14/10) malam. Korban berjatuhan karena penonton melebihi kapasitas area konser.

Konser awalnya berjalan lancar. Grup Smash sempat menyanyikan dua lagu hits mereka. Namun ketika memasuki lagu ketiga, suasana konser mulai tidak terkendali karena membludaknya jumlah penonton. Akibatnya sebanyak 40 penonton remaja putri terjepit dan kekurangan oksigen, sehingga jatuh pingsan.

Para korban kemudian dibawa ke tenda medis yang berada di samping panggung untuk mendapat perawatan. Bahkan beberapa di antaranya harus diberi bantuan oksigen, karena kesulitan bernafas.

Konser Smash akhirnya dihentikan oleh panitia karena suasana tidak kondusif. Menurut panitia kapasitas area konser sebenarnya hanya mampu menampung dua ribu penonton. Namun karena banyaknya pengunjung pameran yang terus memaksa masuk, mengakibatkan mereka saling berdesak-desakan.

( Sumber : MetrotvNews )

12.16 | Posted in , | Read More »

Agar Tak Dicekal Lagi, Trio Macan Ganti Goyangan

Pencekalan atas sejumlah penyanyi dangdut yang dianggap memiliki dandanan dan goyangan yang berani untuk manggung beberapa wilayah di Tanah Air dan pengalaman mereka sendiri di Karawang, Jawa Barat, tampaknya membuat grup vokal Trio Macan agak gentar.

"Kami kurangi sensualitas. Tapi, lebih energik dan lebih semangat," ujar Lia, satu dari tiga personel Trio Macan, saat ditemui di Studio MNC TV, di Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur.

Apalagi, Trio Macan memiliki pengalaman tak menyenangkan bagi mereka ketika tampil di Karawang, Jawa Barat. Sejumlah personel dari sebuah organisasi kemasyarakatan (ormas) datang untuk memboikot penampilan mereka pada sebuah acara yang dilaksanakan di daerah tersebut.

Grup yang terdiri dari Lia Ladysta, Iva Novanda, dan Dian Aditya, ini bersama pihak penyelenggara kemudian melakukan negosiasi dengan pihak ormas itu. Hasil negosiasi tersebut, Lia Cs dilarangmanggung.

Supaya peristiwa serupa tak terulang, Trio Macan mengubah dandanan dan goyangan mereka. "Waktu manggung di Subang, Trio Macan sudah mengubah penampilan. Kami enggak seksi-seksi lagi ya," kata Iva.
( Sumber : KompasEntertainment )

19.19 | Posted in , | Read More »

Google Bikin Toko Musik Online

Layanan toko musik online milik Apple Inc dan Amazon.com Inc bakal mendapat pesaing baru. Google berencana membuat toko musik online.

Untuk rencana tersebut Google telah melakukan pembicaraan dengan empat perusahaan musik besar. EMI, Universal Music Group, Sony Music, dan Warner Music. Google akan meminta lisensi untuk katalog toko musik online.

Namun dari keempatnya baru EMI yang hampir mendekati kesepakatan. Sedangkan yang lain, meskipun belum mencapai kata sepakat, Google masih terus melakukan pembicaraan yang intensif.

Toko musik online milik Google itu akan menggabungkan layanan penjualan ritel dan remote music storage, yakni layanan musik berbasis cloud.

Layanan toko musik berbasis cloudsudah terlebih dulu dilakukan Apple melalui teknologi iCloud. Apple menyatakan layanan ini menawarkan kombinasi yang lebih komprehensif dari fitur yang dimiliki Amazon dan Google.

Dibanding Google dan Amazon, Apple sudah mengantongi lisensi dari empat label musik besar. Hal ini memungkinkan pengguna memiliki perpustakaan musik online yang bisa diakses dari mana pun tanpa melalui uploading.

Sedangkan Google Beta dan Player Cloud milik Amazon, meski memungkinkan penyimpanan musik secara online, layanan tersebut tidak memiliki lisensi dari perusahaan musik. Walhasil pengguna harus meng-upload terlebih dulu sebelum musik disimpan di sistem.

Sebelumnya, saat Google meluncurkan layanan penyimpanan musik gratis Mei lalu, eksekutif Google mengatakan tidak bisa mencapai kesepakatan dengan label rekaman. Para label besar itu mengkhawatirkan layanan musikonline ini melegitimasi pembajakan.

Direktur Konten Digital untuk Google Android Jamie Rosenberg mengatakan layanan Google Musik Beta memungkinkan orang mengunggah sampai dengan 20 ribu lagu, termasuk dari iTunes. "Ini hanya untuk musik yang diperoleh secara sah. Kami akan menjaga agar tidak ada hak-hak yang dilanggar," kata dia.
( Sumber : TempoInteraktif )

18.01 | Posted in , | Read More »

Album Kedua SM*SH Laku 600 Ribu Keping dalam 3 Bulan

Boyband SM*SH kembali menorehkan prestasi di blantika musik Indonesia. Setelah album perdana mereka terjual 60 ribu kopi hanya dalam 6 hari, kini penjualan album kedua sudah mencapai 600 ribu kopi lebih dalam 3 bulan.

Para personel boyband asal Bandung itu pun sangat senang dengan pencapaian mereka. Bagi SM*SH, angka penjualan album yang menggembirakan itu merupakan bukti apresiasi masyarakat terhadap karya-karya mereka.

"Ini berarti apresiasi masyarakat selain masyarakat Jakarta, cukup tinggi terhadap kami," ungkap Morgan saat ditemui di Jakarta Selatan.

Morgan mengaku tak menyangka, album yang diproduksi Ancora Music bekerja sama dengan KFC Indonesia dan PT Swara Sangkar Emas itu bisa terjual 600 ribu kopi lebih hanya dengan waktu 3 bulan. Namun, pihaknya sejak awal memang menargetkan angka penjualan hingga jutaan kopi.

"Dalam tiga bulan, 600.000 kopi. Kami nggak ekspektasi sampai sebesar itu hasil penjualannya. Tapi, target kami memang bisa menembus angka jutaan. Semoga, amin," doa Morgan.
( Sumber : detikHot )

18.19 | Posted in , | Read More »

Indonesia, Pasar Baru Panggung Musik Dunia

Indonesia kini menjadi pasar pertunjukkan musik global. Hasrat publik untuk menonton band nge-top di dunia kini tertampung. Tak peduli harga tiket, setiap panggung grup musik dunia papan atas pasti sesak penonton.

Saat Linkin Park mengumumkan akan menggelar konser di Indonesia, September tahun ini, misalnya. Para penggemarnya di Tanah Air sibuk mencari informasi lokasi dan harga tiket. Tiket kelas VVIP dan Festival konser band yang terkenal dengan hits ‘In The End’ ini pun ludes satu pekan sebelum pertunjukan.

Padahal harga tiket tergolong mahal, Rp550 ribu- Rp4 juta. Tapi itu tak menjadi masalah bagi para penggemar Linkin Park yang didominasi anak muda. Malam itu, mereka ikut larut bernyanyi bersama dengan sang vokalis, Chester Bennington.

Antusiasme semacam itu kini tak asing lagi pada setiap pertunjukkan musik para musisi dari luar negeri. Saat ini, Indonesia menjadi pasar yang menjanjikan untuk industri musik mancanegera.

Tengok saja konser The Cranberries dalam ajang Java Rockin'land (JRL) 2011 di Pantai Carnaval Ancol, Jakarta, pada Juli lalu. Puluhan ribu orang rela berdesak-desakan demi menyaksikan penampilan band yang terkenal dengan lagu 'Zombie' ini.

Para grup musik dunia itu kini makin rajin ke Indonesia. Sejak awal 2011, Indonesia sudah kedatangan musisi dari luar negeri. Diawali konser penyanyi R & B asal Amerika Serikat, Ne-Yo pada 22 Januari. Kemudian disusul konser Janet Jackson pada 9 Februari dan bandheavy metal yang legendaris, Iron Maiden pada 17 Februari.

Di bulan Maret, masyarakat Indonesia melampiaskan kerinduannya mendengarkan lagu-lagu jazz dengan menyaksikan secara langsung penampilan George Benson dan Nat King Cole dalam ajang Java Jazz.

Sementara itu penyanyi sensasional, Justin Bieber tak ketinggalan mampir ke Indonesia. Bieber menggelar konser di Sentul, Bogor pada 23 April lalu. Sebanyak 10.500 tiket konser pelantun ‘Baby’ itu ludes terjual lewat sistem online. Padahal harga tiket Bieber boleh dibilang mahal. Tiket berkisar Rp500 ribu-Rp1,6 juta.

Satu pekan kemudian Indonesia kembali kedatangan musisi asal Amerika Serikat. Kali ini band asal Los Angeles, Maroon 5 yang menggelar konser di Istora Senayan pada tanggal 27 April.

Di bulan Juni, diva asal Australia, Kylie Minogue menggelar sebuah konser dengan konsep spektakuler. Konser yang bertajuk ‘The Show Girl Returns - Kylie Minogue Aphrodite Tour 2011’ tersebut disebut-sebut sebagai konser paling megah di Tanah Air, pada tahun ini.

Demi menghadirkan pertunjukan yang spektakuler, Kylie membawa 200 potong kostum mewah dan 100 pasang sepatu, yang terbuat dari jutaan kristal diamante. Selain itu, penyanyi yang berduet dengan Taio Cruz dalam lagu 'Higher' tersebut juga membawa enam personel band, 12 penari, patung pegasus dari emas setinggi 4,3 meter, kereta kuda emas, lima layar, serta sebuah tangga bergerak.

Di bulan Juli, atau tepatnya dalam pertunjukan musik Java Rockin'land, Indonesia kedatangan setidaknya empat band mancanegara, yakni The Cranberries, Neon Trees, Thirty Seconds to Mars, dan Good Charlotte. Pada bulan yang sama, penyanyi asal AS, Duncan Sheik juga menggelar konser di dua kota besar Tanah Air, yaitu Jakarta dan Bandung.

Di sisi lain, musisi asal Asia juga tak ketinggalan menggelar konser di Indonesia. Seiring demam k-pop yang melanda kawasan Asia, musisi dari Korea Selatan pun berbondong-bondong datang ke Tanah Air pada tahun ini. Sebut saja 2AM, 2PM, Miss A, dan Super Junior.

Hingga awal tahun depan, setidaknya ada sepuluh musisi mancanegara yang siap antre konser di Indonesia. Mereka di antaranya Rick Price, David Foster, Mr. Big, The Script, Sade, Richard Marx, Elton John, Rod Stewart, CN Blue, dan 2 PM.

Meski konser Mr.Big baru akan digelar akhir tahun ini, namun tiket band tersebut sudah terjual hampir 60 persen dalam waktu satu bulan.

“Penggemar Mr. Big di Indonesia cukup besar, dan di Jakarta sudah pernah manggung. Jadi kita mencoba memperlebar perform-nya untuk penggemar di Medan, Makassar dan Surabaya,” kata Pimpinan Marketing PT. Dima Indonesia, Herman Sulina.


Bisnis menjanjikan
Tingginya animo masyarakat Indonesia atas musisi dari luar negeri ini terbaca oleh promotor pendatang baru, PT Prima Java Kreasi, atau lebih dikenal sebagai Big Daddy. Tak tanggung-tanggung, mereka telah mendapatkan kontrak senilai US$7 atau setara dengan Rp63,2 miliar (US$1 = Rp9.040) untuk pelaksanaan delapan konser hingga 2012 mendatang.

Untuk menggelar konser Linkin Park kemarin, misalnya, Big Daddy rela merogoh US$ 4 juta atau setara dengan Rp36,16 miliar. Uang sebesar itu, ujar Sekretaris PT Prima Java Kreasi, Hanny Marpaung, di antaranya digunakan untuk membeli seperangkat sound systemberkualitas terbaik dari Kanada.

Tingginya pertumbuhan bisnis pertunjukan ini dirasakan Presiden Direktur Prima Java Kreasi, Michael Rusli. Demi mengimbangi tingginya pertumbuhan bisnis pertunjukan itu, perusahaannya terus melakukan ekspansi dan investasi di bidang infrastruktur. Salah satunya dengan melakukan penambahan modal.

"Sumber dana yang paling sesuai saat ini adalah melalui pasar modal. Untuk itu kami saat ini berencana melakukan IPO yang kami harapkan dapat terlaksana di akhir tahun 2011 dengan target dana yang diperoleh sekitar Rp300 miliar," ungkap Michael.

Biaya yang cukup besar juga harus dikeluarkan promotor Indika Production untuk mendatangkan rapper papan atas AS, 50 Cent. Kabarnya, promotor harus mengeluarkan biaya hingga Rp1 miliar untuk mendatangkan pelantun ‘In Da Club’ ini.

"Ya, sekitar angka itulah, malah bisa lebih. Karena dia saat ini bukan hanya sebagai penyanyi, dia kan sudah main film. Makanya kami tidak mudah waktu melobinya. Kami berharap konser nanti bisa sesuai harapan," kata Marcia Rahardjo dari Indika Production.
( Sumber : VIVAnews )

13.42 | Posted in , | Read More »