Jualan Nasi Liwet Beromzet Rp 20 Juta Per Hari

Andris Wijaya sukses menciptakan liwet instan di Kabupaten Garut. Produk liwet '1001' itu berhasil kembali mengharumkan nama Kabupaten Garut yang sempat terpuruk. Dua tahun silam, pernikahan siri sang Bupati Aceng HM Fikri, membuat nama Garut tercoreng.

Lantas, seperti apa sebetulnya kesuksesan Andris? Cukup fenomenal. Dalam sehari, omzet penjualan liwet instan mencapai Rp 20 juta.

"Omzet penjualan nasi liwet instan 1001 sekarang mencapai Rp20 juta per harinya," kata Andris yang menjabat pemimpin perusahaan Beras Liwet "1001" kepada wartawan.

Pabrik pengolahan beras liwet itu ada di Jalan Kamojang, Kampung Banjarsari, Desa/Kecamatan Samarang, Kabupaten Garut. Saat ini, dia mengaku siap merencakan peningkatan penjualan dengan menambah produksi setiap harinya.

Produksi beras liwet siap saji itu sendiri, kata Andris, mencapai 2.000 dus. Masing-masing terbagi untuk kemasan berat 250 gram dan berat 500 gram setiap hari.

"Tentu kita akan terus berupaya meningkatkan penjualan, dan berencana membuat rasa baru," kata pemuda lulusan pendidikan Diploma Program Studi Teknik Energi Politeknik Bandung tahun 2001.

Selain wilayah Garut, pemasaran beras liwet tersebar beberapa daerah kota besar seperti Bandung, Jakarta, Yogya, dan Semarang. Nasi liwet instan dari beras jenis Sarinah itu, kata Andris, penjualannya bahkan hingga ke luar negeri seperti Singapura, Dubai dan Arab.

Namun penjualan ke luar negeri itu, kata dia, belum secara resmi, melainkan hanya dilakukan berdasarkan tingkat pemesanan melalui warga Indonesia yang tinggal di negara itu.

"Penjualannya sudah ke luar negeri tapi belum secara resmi, baru melalui pramugari yang pergi ke Dubai dan Arab, karena di sana banyak warga Indonesia," katanya.

Keseriusan Andris memasarkan produknya hingga ke luar negeri memang sejalan dengan target kunjungan wisatawan di Kabupaten Garut. Tahun lalu, Kabupaten Garut menargetkan 2,2 juta jumlah wisatawan. Dengan melebarkan sayap produknya ke luar negeri, ada harapan Garut bakal jadi destinasi wisata unggulan.

( Sumber : ayogitabisa.com )

11.15 | Posted in , , , | Read More »

Fakta Unik dan Mewah Distrik Gangnam di Korea

Lagu "Gangnam Style" yang dinyanyikan oleh "PSY" meledak di seluruh dunia. Makin banyak orang yang bertanya-tanya sebenarnya Gangnam itu apa sih? Kami bantu mengenalkan kawasan terkenal ini pada Anda.


Distrik Gangnam, Simbol Kehidupan Mewah

Gangnam adalah nama distrik atau kawasan di Korea Selatan. Dari segi nama, Gangnam berarti bagian selatan sungai. Letak Gangnam sendiri ada di dekat sungai Han. 

Distrik ini dikenal sebagai simbol kekayaan dan pendapatan yang melimpah di Korea, sehingga Gangnam menjadi salah satu distrik yang terkenal dengan kehidupan mewah, glamour dan selera fashion yang sangat tinggi.


Bisa dikatakan, Gangnam adalah pusat orang-orang berduit, kawasan real estate super mewah dan tempat dimana berbagai perusahaan kelas dunia berdiri (Samsung, Hyunday, dsb).

Jika Anda penggemar K-Pop, maka di sinilah berdiri kantor management artis yang sangat besar, yaitu S.M. Entertainment (Super Junior, SNSD, dsb) dan JYP Entertainment (Wonder Girls, 2PM, Miss A, dsb).

Dengan segala kehidupan mewah yang ada di dalamnya, Distrik Gangnam sering dijuluki Beverly Hills-nya Korea.


Kemewahan Dunia dan Pusat Operasi Plastik

Sama seperti kawasan mewah lain di seluruh dunia, Gangnam adalah distrik yang tidak pernah tidur. Bagi para pecinta mode kelas dunia, Gangnam menawarkan surga belanja yang siap menguras kantong.

Anda dengan mudah menjumpai etalase barang bermerek seperti Gucci, Dolce Gabana, Prada, Giorgio Armani, Banana Republic dan berbagai fashion line kelas dunia lainnya. Mall terbesar di Seoul juga terletak di Gangnam, namanya COEX Mall.



Sudah menjadi rahasia umum bahwa warga Korea Selatan terbiasa dengan operasi plastik agar semakin menawan.

Di kawasan inilah Anda bisa menikmati fasilitas operasi plastik di tangan dokter-dokter terbaik. Gangnam menjadi tempat bagi wanita dan pria yang ingin melakukan berbagai perubahan fisik melalui operasi plastik.


Kritik Sosial Dalam Gangnam Style

Jika Anda membaca arti lirik Gangnam Style, sebenarnya lagu ini adalah kritik sosial atas kemewahan yang ditawarkan Distrik Gangnam.

Seseorang rela tidak makan demi bisa minum kopi di salah satu restoran Gangnam, karena menjadi bagian dari Gangnam adalah sesuatu yang dianggap sangat keren.



Walaupun begitu, Gangnam tidak melupakan tradisi Korea Selatan. Di sana ada berbagai kawasan budaya dan seni, misalnya saja Museum Kimchi, Horim Art Center, Coreana Art & Culture Complex, Kuil Bongeunsa, berbagai toko yang menjual barang khas Korea Selatan, rumah makan yang menyajikan masakan Korea, dan sebagainya.

Jika suatu hari nanti Anda mengunjungi Distrik Gangnam, pastikan Anda membawa banyak uang. Pastikan juga penampilan Anda pantas dan mewah, karena cara Anda berpakaian menjadi hal yang sangat sensitif di kawasan Gangnam.

( Sumber: Terselubung )

15.05 | Posted in , , , , , , , | Read More »

Bank Mandiri ‘Buka Cabang’ di Jejaring Sosial

Tingginya pengguna Facebook dan Twitter di Indonesia mendorong Bank Mandiri untuk meningkatkan akses perbankan melalui sosial network.

Menurut Pahala Mansury, Direktur Keuangan Bank Mandiri, saat ini pengguna Facebook di Indonesia terbesar kedua di dunia dan pengguna Twitter negeri ini terbanyak keempat di dunia.

“Tingginya pengguna jejaring sosial di Indonesia mendorong kami untuk meningkatkan akses perbankan pada masyarakat khususnya masyarakat yang belum tersentuh bank,” kata Pahala di Denpasar, 21 Oktober 2011.

Menurut Pahala, dengan menggunakan teknologi ini dan e-ecommerce oppurtunity, pihaknya akan dapat meningkatkan paymentkarena besarnya pengguna sosial network di Indonesia. Dan ini artinya, transaksi di cabang akan beralih ke social mobile banking.

“Dengan tingginya pengguna Facebook, maka akan ada peningkatan transaksi perbankan masyarakat piramida di level bawah,” kata Pahala. “Hal ini menjadi penting karena bottom of piramid menjadi sumber pertumbuhan penting dan pertumbuhan sektor yang paling bawah mencapai 22 hingga 24 persen. Ini angka yang besar sekali,” ucapnya.

Selain itu, Pahala menyebutkan, perkembangan infrastruktur menggunakan mobile e-banking dinilai lebih efesien dari pada Bank Mandiri harus membuka cabang baru yang bisa menelan biaya hampir Rp1 triliun.

“Saya rasa ini lebih efisien karena kalau kita investasi dan membuka cabang baru, diperkirakan menelan biaya sebesar Rp1 triliun dan jika investasi ATM akan menelan biaya sekitar Rp250 juta,” pungkas Pahala.
( Sumber : VIVAnews )

01.35 | Posted in , | Read More »