Acara 'Hitam Putih' Trans 7 Berhenti Tayang

Acara 'Hitam Putih' Trans 7 kini berakhir. Lewat akun Facebooknya, sang pemandu acara, Deddy Corbuzier mengumumkan bahwa Hitam Putih di Trans 7 resmi berakhir. Alasannya, belum diketahui secara pasti.

Namun dalam postingannya itu, Kamis (16/1), Deddy sedikit banyak menjelaskan bahwa ditutupnya acara Hitam Putih lantaran saat ini banyak acara-acara TV yang jauh dari kesan mendidik malah justru mendapat rating bagus dan mengalahkan acara Hitam Putih.

"Kita semua tahu bahwa di saat ini yang dinikmati masyarakat jauh dr hal hal inspiratif.. Sehingga pasti acara spt ini akan kehilangan share dan rating krn share berada di tangan masyarakat majemuk..," demikian ungkap Deddy dalam akun Facebook-nya.

Deddy memposting beberapa foto perpisahan dirinya dengan puluhan kru Hitam Putih Trans 7. Dia memuji para kru Hitam Putih adalah tim yang terbaik dan terhebat yang pernah bekerja sama dengannya.

"Yang kalian lihat ini adalah keluarga.. TEAM terhebat dalam hidup saya.. Manusia 2 paling dekat dan berarti dalam perjalanan saya. Inilah TEAM HITAM PUTIH..," tulis Deddy.

Postingan Deddy tersebut langsung mendapat respons. Lebih dari 15 ribu orang menyukai postingan itu, serta dua ribu lebih memberikan komentar. Kebanyakan mereka menyayangkan acara Hitam Putih dihentikan. Tapi ada juga yang mengkritisi.


Berikut postingan lengkap Deddy Corbuzier terkait berakhirnya masa tayang Hitam Putih di Trans 7:

Let me share..
Hitam Putih eps akhir..

Yang kalian lihat ini adalah keluarga.. TEAM terhebat dalam hidup saya.. Manusia 2 paling dekat dan berarti dalam perjalanan saya. Inilah TEAM HITAM PUTIH.. Mereka begitu luar biasanya mencari sumber2 inspiratif tuk tayangan masyarakat.. Membentuk sebuah TalkShow inspirasi tuk bangsa... Tanpa lelah tanpa celah..

Namun kita semua tahu bahwa di saat ini yang dinikmati masyarakat jauh dr hal hal inspiratif.. Sehingga pasti acara spt ini akan kehilangan share dan rating krn share berada di tangan masyarakat majemuk..
Kami tidak menyalahkan siapapun.. Inilah dunia TV dan Masyarakat.
Dan kami pun saat ini menyerah.... Bukan untuk binasa namun utk berpikir dan berkarya lagi..
Kami tidak bisa mengikuti arus dan kami berpegang pada hati...
Maaf bila saya mengejutkan jutaan pemirsa dengan mengakhiri acara Hitam Putih..

Sebenarnya Trans7 sangat luar biasa memberi kami kesempatan tuk tetap tayang di hari sabtu dan minggu namun bagi saya lebih baik km berhenti sejenak tuk berpikir drpd melawan arus dan hanyut akhirnya..
Belakangan ini ribuan pesan meminta km tuk mengembalikan Hitam Putih pada jalurnya tanpa mengetahui kendala yg ada pada kami..
Kamipun ingin memberi yg terbaik..
Dan km sadar apabila itu tidak bisa kami lalukan maka km memilih tuk tak ikut pada arus...

If we must die we die with proud..

Team yang anda lihat di foto ini kmrn malam menangis, bukan krn berhentinya sebuah acara.. Namun krn perjuangan tuk memberikan hal yang baik tak selamanya bisa berjalan dgn baik pula..
Mudah mudahan satu saat nanti akan ada acara acara seperti ini yg bisa menginspirasi bangsa kita siapapun yang memulai dan membawakannya.. Mudah mudahan masyarakat bisa memilah apa yg baik dan apa yg tidak...

Kami segenap Team Hitam Putih mohon maaf apabila selama ini ada kata atau perilaku km yang mungkin menyakiti siapapun..

This is The End of a life story but the beginning for a New Journey..
Terima kasih tuk Trans7 dan semua masyarakat setia penonton Hitam Putih selama ini...

Saya Deddy Corbuzier.. Inilah Hitam Putih

( Sumber: Pulsk )

00.10 | Posted in , , | Read More »

Peringatan Hari Jilbab Sedunia

Hari Hijab Sedunia mulai diperingati pada 1 Februari 2013, dengan menyerukan perempuan non-Muslim untuk menggunakan jilbab. Apakah langkah ini dapat meningkatkan toleransi dan saling memahami?

"Saya tidak terlatih menggunakan apa yang Anda sebut sebagai jilbab, anda tinggal memasukkannya ke kepala Anda. Namun saya menemukan bahwa jangkauannya sangat luas. "

Itu yang dikatakan Jess Rhodes, 21 tahun, seorang mahasiswi dari Norwich Inggris. Dia sangat ingin mencoba penutup kepala, tetapi sebagai seorang non-Muslim, dia tak pernah berpikir bahwa itu merupakan sebuah pilihan.

Jadi ketika temannya memberikan peluang untuk memakai jilbab, dia menyanggupinya. "Dia meyakinkan saya bahwa saya tidak perlu menjadi Muslim, ini hanya soal kesopanan, meskipun dikaitkan dengan Islam, jadi saya pikir, mengapa tidak?"

Rhodes merupakan salah satu dari ratusan non-Muslim yang akan menggunakan jilbab dalam peringatan pertama Hari Hijab Sedunia pada 1 Februari.


Jejaring sosial

Peringatan yang diorganisasi oleh seorang perempuan asal New York, Nazma Khan, dan disebarkan melalui situs jejaring sosial ini telah menarik perhatian Muslim dan non-Muslim di lebih dari 50 negara di seluruh dunia.

Bagi banyak orang, hijab merupakan simbol penindasan dan perbedaan, dan menjadi perdebatan—mengenai Islam—di negara-negara Barat.

Hari Hijab Sedunia dirancang untuk meredakan kontroversi itu, dan mendorong perempuan non-Muslim (atau perempuan Muslim yang tidak menggunakannya) untuk menggunakan dan mengalami seperti apa menggunakan jilbab, sebagai bagian dari upaya untuk saling memahami.

"Tumbuh di Bronx, di NYC, saya mengalami diskriminasi yang besar karena hijab saya," kata penyelenggara, Khan, yang pindah ke New York dari Banglades pada usia 11 tahun. Dia merupakan satu-satunya hijabi (istilah untuk pemakai jilbab) di sekolahnya.

"Di sekolah menengah, saya ibarat 'Batman' atau 'ninja,'" kata dia. "Ketika saya kuliah tak lama setelah peristiwa 9/11, mereka memanggil saya Osama bin Laden atau teroris. Itu sangat mengerikan. Saya berpikir, satu-satunya cara untuk mengakhiri diskriminasi ini adalah jika kita meminta rekan kita untuk merasakan sendiri pengalaman berhijab."

Khan tidak menyangka akan mendapatkan dukungan dari seluruh dunia. Dia mengatakan telah dihubungi oleh puluhan orang dari berbagai negara, termasuk Inggris, Australia, India, Pakistan, Perancis, dan Jerman. Informasi mengenai kelompok ini telah diterjemahkan ke dalam 22 bahasa.

Melalui jejaring sosial ini, Jess Rhodes terlibat. Rekannya, Widyan Al Ubudy, tinggal di Australia dan meminta teman Facebook-nya untuk ikut terlibat.


Reaksi

"Reaksi langsung dari orangtua saya adalah mempertanyakan, apakah ini ide yang baik," kata Rhodes, yang memutuskan untuk menggunakan jilbab selama satu bulan. Mereka khawatir saya akan diserang di jalanan karena adanya kesenjangan toleransi."

Rhodes juga khawatir dengan reaksi ini. Namun setelah delapan hari menggunakan jilbab, dia terkejut dengan situasi positif yang dialaminya. "Saya tidak dapat menjelaskan, tetapi orang-orang sangat membantu, terutama di toko-toko," kata dia.

Esther Dale (28), yang tinggal di negara bagian California, AS, merupakan seorang perempuan non-Muslim lain yang mencoba menggunakan jilbab pada hari ini.

Ibu dari tiga anak ini diberi tahu oleh seorang temannya yang merupakan seorang hijabi.

Sebagai penganut Mormon, Dale paham pentingnya keyakinan dalam kehidupan sehari-hari, dan tuduhan yang didapat karena pakaian yang dikenakan. Dia mengetahui stigma terhadap penutup kepala dan berharap kesempatan ini dapat digunakan untuk menghapusnya.

"Saya mengetahui mengenai kesantunan dalam perilaku, tidak hanya pakaian; dan hanya merupakan asumsi yang salah jika perempuan menggunakannya karena dipaksa, terutama di AS," kata dia. "Ini merupakan kesempatan yang baik untuk mendidik orang bahwa Anda tidak dapat memberikan tuduhan yang akurat terhadap seseorang berdasarkan apa yang mereka kenakan," kata Dale.

( Sumber: Kompas )

03.27 | Posted in , , , | Read More »

Fakta Unik dan Mewah Distrik Gangnam di Korea

Lagu "Gangnam Style" yang dinyanyikan oleh "PSY" meledak di seluruh dunia. Makin banyak orang yang bertanya-tanya sebenarnya Gangnam itu apa sih? Kami bantu mengenalkan kawasan terkenal ini pada Anda.


Distrik Gangnam, Simbol Kehidupan Mewah

Gangnam adalah nama distrik atau kawasan di Korea Selatan. Dari segi nama, Gangnam berarti bagian selatan sungai. Letak Gangnam sendiri ada di dekat sungai Han. 

Distrik ini dikenal sebagai simbol kekayaan dan pendapatan yang melimpah di Korea, sehingga Gangnam menjadi salah satu distrik yang terkenal dengan kehidupan mewah, glamour dan selera fashion yang sangat tinggi.


Bisa dikatakan, Gangnam adalah pusat orang-orang berduit, kawasan real estate super mewah dan tempat dimana berbagai perusahaan kelas dunia berdiri (Samsung, Hyunday, dsb).

Jika Anda penggemar K-Pop, maka di sinilah berdiri kantor management artis yang sangat besar, yaitu S.M. Entertainment (Super Junior, SNSD, dsb) dan JYP Entertainment (Wonder Girls, 2PM, Miss A, dsb).

Dengan segala kehidupan mewah yang ada di dalamnya, Distrik Gangnam sering dijuluki Beverly Hills-nya Korea.


Kemewahan Dunia dan Pusat Operasi Plastik

Sama seperti kawasan mewah lain di seluruh dunia, Gangnam adalah distrik yang tidak pernah tidur. Bagi para pecinta mode kelas dunia, Gangnam menawarkan surga belanja yang siap menguras kantong.

Anda dengan mudah menjumpai etalase barang bermerek seperti Gucci, Dolce Gabana, Prada, Giorgio Armani, Banana Republic dan berbagai fashion line kelas dunia lainnya. Mall terbesar di Seoul juga terletak di Gangnam, namanya COEX Mall.



Sudah menjadi rahasia umum bahwa warga Korea Selatan terbiasa dengan operasi plastik agar semakin menawan.

Di kawasan inilah Anda bisa menikmati fasilitas operasi plastik di tangan dokter-dokter terbaik. Gangnam menjadi tempat bagi wanita dan pria yang ingin melakukan berbagai perubahan fisik melalui operasi plastik.


Kritik Sosial Dalam Gangnam Style

Jika Anda membaca arti lirik Gangnam Style, sebenarnya lagu ini adalah kritik sosial atas kemewahan yang ditawarkan Distrik Gangnam.

Seseorang rela tidak makan demi bisa minum kopi di salah satu restoran Gangnam, karena menjadi bagian dari Gangnam adalah sesuatu yang dianggap sangat keren.



Walaupun begitu, Gangnam tidak melupakan tradisi Korea Selatan. Di sana ada berbagai kawasan budaya dan seni, misalnya saja Museum Kimchi, Horim Art Center, Coreana Art & Culture Complex, Kuil Bongeunsa, berbagai toko yang menjual barang khas Korea Selatan, rumah makan yang menyajikan masakan Korea, dan sebagainya.

Jika suatu hari nanti Anda mengunjungi Distrik Gangnam, pastikan Anda membawa banyak uang. Pastikan juga penampilan Anda pantas dan mewah, karena cara Anda berpakaian menjadi hal yang sangat sensitif di kawasan Gangnam.

( Sumber: Terselubung )

15.05 | Posted in , , , , , , , | Read More »

UNESCO Ancam Coret Candi Borobudur

Candi Borobudur terancam akan dicoret dari daftar warisan budaya dunia oleh UNESCO (United Nations Educational, Scientific, and Culture Organization). Alasannya candi yang dibangun pada saat Wangsa Syailendra berkuasa tahun 800-an Masehi itu dinilai sangat kotor dan tidak terawat.

Candi Borobudur yang ditetapkan sebagai warisan dunia oleh UNESCO usai pemugaran 1973-1983 silam tersebut kini terlihat kusam dan kotor. Sampah pengunjung terlihat di sana sini. Bahkan di beberapa sudut bau kencing sangat menyengat.

Kepala unit Taman Wisata Candi Borobudur, Pujo Suwarno mengatakan sehubungan dengan adanya ancaman PBB tersebut, pihak pengelola segera melakukan beberapa langkah pembenahan. Salah satunya adalah membenahi masalah kebersihan di lingkungan candi. Namun untuk menjaga kebersihan kompleks candi yang begitu luas, diperlukan peran serta kesadaran masyarakat pengunjung candi.

Sangat disayangkan dan memalukan jika ancaman pencabutan status dari UNESCO tersebut sampai terlaksana hanya karena kita tak mampu merawat. Tapi semuanya itu kembali tergantung pada kesadaran masyarakat Indonesia sendiri.
( Sumber : Liputan6 )

22.37 | Posted in , | Read More »

Pakaian Toraja Menarik Perhatian Dunia

Pakaian adat Toraja yang telah dimodifikasi dan dikenakan oleh Johanica Yanuar, duta Indonesia dalam ajang Manhunt International 2011 yang digelar di Korea Selatan, menarik perhatian penonton yang berasal dari 48 negara di dunia.

"Banyak pujian yang disampaikan melalui bebeberapa media termasuk website tentang national costume yang digunakan oleh peserta dari Indonesia, Johanica Yanuar," kata Ketua Tim Indonesia yang juga Brand Manager L-Men, Christian Widi Nugraha, di Seoul, Senin.

Kontes pria berbakat tingkat dunia, Manhunt International 2011, digelar di Seoul, Korea Selatan, pada 28 September - 10 Oktober 2011 dan malam final digelar pada Senin malam (10/10) di salah satu kawasan elit Seoul.

Hasil survei sebuah komunitas kontes kecantikan dalam lamannya www.indopageants.com pada Minggu malam (9/10) memprediksikan busana nasional yang dikenakan duta Indonesia akan menjadi The Best National Costume.

"Kami berharap busana Toraja ini akan menjadi yang terbaik di ajang ini, setelah beberapa tahun berturut-turut national costume duta Indonesia selalu menduduki first runner up," katanya.

Wakil Indonesia, Johanica Yanuar (26), yang berpostur tinggi 182 cm itu mengenakan busana rancangan Dynan Fariz Jember Fashion Carnaval yang bertemakan Mystical Toraja dalam sesi Traditional Costume Parade.

Busana tersebut merupakan modifikasi pakaian adat Toraja seppa tallung buku yang dilengkapi dengan sayap dan tanduk mengesankan kebesaran dan keagungan salah satu kebudayaan Indonesia.

Widi menambahkan, pemilihan busana yang terinspirasi dari budaya Toraja itu juga sekaligus diharapkan mampu menarik perhatian dunia tentang keaneragamanan budaya Indonesia sehingga mereka tertarik untuk datang dan melancong ke Tanah Air. "Beberapa kali tim dari negara-negara lain juga memuji national custume yang dikenakan Johan," katanya.

Sementara itu, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata mengapresiasi dan mendukung upaya positif promosi pariwisata melalui ajang Manhunt International.

Direktur Sarana Promosi Kemenbudpar, Esthy Reko Astuty, mengatakan, duta Indonesia tersebut diharapkan mampu menyampaikan pesan dan memperkenalkan Indonesia khususnya dari sisi keanekaragaman budaya dan kekayaan alamnya yang "wonderful" ke masyarakat dunia secara luas.

"Apalagi peserta Indonesia juga menampilkan salah satu kekayaan budaya Indonesia yang wonderful itu khususnya dari Toraja, Sulsel," katanya.
( Sumber : KompasOase )

22.21 | Posted in , , | Read More »